November 4, 2008 pada 1:43 am
· Disimpan dalam Uncategorized
cinta itu ada, selalu sebagaimana sebelumnya
cinta itu hadir, segetir meski cerah membutir
cinta itu singgah, gelisah menjejak rasa gundah
cinta itu terbit, selayang pandang warna membersit
cinta itu musnah, sebagai makna tertiup arah
cinta itu pergi, tatkala waktu tak jua pagi
cinta itu tertinggal, untuk sebuah dan alasan tunggal
cinta itu koyak, terburai terjatuh terusak terkoyak
namun satu hal atas semua dan setiap detik atasnya
cinta itu bukan milik saya
dan tidak akan pernah akan menjadi milik saya
cinta itu milik Tuhan Sang Pencipta
yang untuk saya diberikan pada saya dan hati saya
agar hidup yang terjalani menjadi luapan dan terlimpah rasa
cinta itu bukan milik saya
maka saya tidak akan bagikan denganmu
hanya saya akan bersyukur untuknya
dengan menjadi milikmu
Permalink
September 23, 2008 pada 1:33 am
· Disimpan dalam Uncategorized
lelah nian mata ini
menatap sauh berlapang harap
lelah sungguh mata ini
menatap jauh berjenjang tetap
hanya satu aku inginkan
jika memang telah masa
maka cerabut saja nafas sahaya
atau pulangkan jua nyawa tersisa
jika tidak dan belum bersua
maka jadikan sisa usia
untuk bermakna dan guna
bagi diri dan sebenar semua
lelah…
Permalink
September 23, 2008 pada 1:28 am
· Disimpan dalam Uncategorized
kala rasa berdetak, kecak bertekak
semua retak
adalah cinta dalam angan yang berkata
adalah sayang dalam kalbu yang berjaya
adalah percaya dalam pikir yang bejaga
untuk pastikan semua tidak bertetas
berkeping dalam serpihan keras
namun jika cinta itu musnah
dan sayang itu hilang punah
serta percaya itu hancur pasrah
maka meski setitik saja
semua menjadi resah
karena berawal dari retak sahaja
kemudian remuk berserah
retak, hatiku
inginku, juangku
mati, dan jasadpun retak
Permalink
September 6, 2008 pada 9:27 am
· Disimpan dalam Uncategorized
aku ingin
meraih dunia dengan tanganku
menggenggam kesempatan dengan mataku
mencipta peluang dengan harapanku
mendorong pencapaian dengan kekuatanku
aku ingin
menjalin kasih lewat percayaku
membangun cinta lewat impianku
melahirkan sayang lewat hatiku
membesarkan pengabdian lewat anganku
namun aku sungguh ingin
dapat menjadi ahli ibadah-Mu
bisa menjadi ahli sunnah-Mu
segera menjadi ahli surga-Mu
tetap menjadi mukmin-Mu
dan aku ingin
lewatkan dunia kesempatan, yaitu peluang pencapaian
lepaskan kasih cinta, dalam sayang pengabdian
jika itu yang dibutuhkan, demi meraih sungguh satu inginku
berjalan di sebenar jalan-Mu
Permalink
September 4, 2008 pada 8:34 am
· Disimpan dalam Uncategorized
laknat nian sejumlah niat
jika atasnya terlantar hal jahat
selayaknya hati yang tersayat
terhampar, terpapar sebagai mayat
laknat sungguh seluruh harap
kerana dalamnya tersaji sayap
tidaklah satu dan jujur tertetap
tergenang, terurai sebagai ratap
laknat benar adanya dirimu
sebab tidaklah jujur bermau
buat semuanya menjadi sayu
terburai, tercacah sebagai palsu
laknat, namun aku meniatmu
laknat, namun aku mengharapmu
laknat, hanya karena aku cintamu
Permalink
September 4, 2008 pada 8:26 am
· Disimpan dalam Uncategorized
tidak terlambat, sungguh tidak adanya
meski terasa hampa rasa dan maunya
namun tidak akan pernah terlambat datangnya
cinta itu memahami, bukan untuk mengakui
dan sebenar cinta itu datang dari-Nya,
untuk-Nya dan bagi-Nya, itu saja
maka kembalikan cinta dan mulailah segera
hanya karena-Nya, maka akan mudah adanya
karena ia memang selalu mudah, nyatanya
Permalink
September 2, 2008 pada 5:41 am
· Disimpan dalam Uncategorized
sebelumnya tidak aku memahami
apa beda 32120 hari
dengan yang 3 hari
sampai kemarin, saat pagi menjelang
dan terjenjang waktu terang
3 hari, usia sang kecil saat kembali
dan 32120 ketika sang tetua pergi
bagi keduanya, tidak lagi menjadi sebentar atau lama
tapi bagaimana bagi mereka mampu menjadi makna
bagi setiap sahaja yang berada di sekelilingnya
dan bagiku, bukanlah seberapa jauh waktu terjeda
namun bagaimana aku belajar makna hidup dari yang tiada
dalam setiap nafas yang aku syukuri selayaknya
jadi beda antara keduanya adalah ternyata
tidak ada beda, kini, nanti dan selamanya
Permalink
September 1, 2008 pada 6:22 am
· Disimpan dalam Uncategorized
dalam keabadian
ada satu nafas yang atasnya tidak akan tuntas
nafas itu adalah rasa duka
atas hilangnya peluang berbaik untuk sesama
nafas itu adalah rasa kecewa
untuk pupusnya kesempatan merengkuh cinta
nafas itu adalah rasa prasangka
ketika khawatirnya akan musnahnya bahagia
nafas itu adalah aku, dan detakku
dalam percayamu serta sukamu
Permalink
Agustus 30, 2008 pada 1:21 am
· Disimpan dalam Uncategorized
adalah rasa percaya
keinginan untuk menjaga
hasrat untuk melindungi
panggilan untuk mengabdi
tujuan untuk berjanji
jalan untuk mengarungi
atau adalah cinta
syukuri saja, selama ia benar adanya
Permalink
Agustus 30, 2008 pada 1:16 am
· Disimpan dalam Uncategorized
memang, tidak tetap sang ketetapan
ia berlompat satu dan hingga lain sisi
terbuai jera dan rasa cemas tercela
benar, tidak pasti sang ketetapan
ia terombang-ambing yang tidak nyata
terdera curiga dan berburuk sangka
namun ternyata, ketetapan adalah pilihan
karena kita memilihnya, maka ia tetap adanya
dan aku berketetapan, akan menetapkan ketetapan
bahwa aku akan tetap berketetapan
sebagaimana sudah dan sebelumnya
Permalink
Tulisan yang Lebih Tua »