33 cinta untuk seroja
28 JANUARI 2000
——-
[1]
seroja…
di antara sekian seroja berhampar pucat
ada satu nan indah butakan mataku, kuat
walau ia teguh menegak di kolam keruh
dan katak berteriak serak pekak bergaduh
seroja itu berhadir, getir!
[2]
seroja terlepas cinta
aku lepaskan untuk berbuang cintaku
nan indah merona berbias melagu
tatkala lembut menyeruak kalbu
aku lepaskan untuk berkubur cintaku
dengan hangatnya meruyak biru
ketika terang memberang lugu
aku lepaskan untuk berkorban cintaku
untuk satu yang dicari diri selalu
sayang sedalam bagi sebenar serojaku
[3]
tertikam seroja
takkan tersangka oleh siapapun pula
baik langit, bumi, udara bahkan hampa
seroja manis pujaan hati sedalam sayangku
seroja cantik dambaan kalbu senyata anganku
tanpa ragu atau kesadarannya gagu
menikam!
dan aku?
tertikam seroja …
tentunya serojaku, tak pelak lagi
[4]
dumai seroja, damai …
rintik merinai menusuk merajam ragaku
dumai …
seroja itu datang, menebar pesona pemulihnya
dumai …
pula ia berkalang kerhayka, sang kehormatan
yang butakannya
dumai …
tatmana terjeratlah dirinya, hingga dustakanku
dumai …
maka damai, meski … hati mati berpergi
dumai seroja,
dumai!
tunjukkan padaku dengan dukungku,
atau matilah, dan kembali padaku!
[5]
angkuh
dirimu angkuh nian seroja?
merasa terlihat tertampakkah dirimu?
ha! katakan kini jika kau akan menentang
awan, bulan serta pelangi
katakan, dan aku benar-benar pergi …
[6]
terluas
hati berkata padanya
lebih tepat bertanya
apakahseroja milikmu adalah wanita?
dengan lembutnya dengan anggunnya …
bukan pula jawabnya
tapi tak wanita bukan berarti pria
lalu?
hanya gadis yang belum dewasa …
[7]
buka
tataplah nanar wahai seroja liar!
bukalah matamu nan indah
pandanglah kebenaran yang sebenar
yang tercungkup gerah
dan katakan padaku
kau akan hidup tanpaku
[8]
luap
jujur, meluap-luap hatiku berucap
bangsat, setan, iblispun terkudap
namun mana bisa aku mengahdap
dirimu serojaku … kini meratap
mungkin berharap ada adab
[9]
hai …
selamat pagi serojaku,
teruntai nafas cinta untukmu …
selamat siang serojaku,
tergulir tari rindu bagimu …
selamat sore serojaku,
terbuai derap suka padamu …
selamat malam serojaku,
tercipta lingkar dusta dariku …
selamat tinggal serojaku,
yang akan kusayang
meski aku terbenam
[10]
terduga
benar-benar …
tak sangka tak duga
palsu dan kepalsuan koyakkan jua
walau dalam kupendamkan ia
meski tinggi kugantungkan dirinya
benar-benar …
seroja, pikatmupun tak lagi selamatkanku
dari nafsu dan belenggu pertuntutanku
benar-benar …
tak duga dirimu akan begitu
pada serojaku …
[11]
seroja dan rembulan
yang tersayang, seroja
assalam wahai sayangku
teriring rindu berlapis cinta untukmu
begitu pula malam ini
seperti malam sebelumnya lagi
adakah kau mencari aku?
setidaknya bila aku tak ada
di sisimu atau di atasmu?
bagai gelap hari-hari kemaren
aku, rembulan, datang
untuk beri secerah cahaya
temanimu tentunya
yang tersayang, seroja
pakhabar duhai dewiku
tergelar hati bersepuh emas bagimu
begitu pula waktu ini
bagai detik-detik sebelumnya lagi
benarkah kamu berterus terang cahayaku?
atau hanya bila malam menjelang
menyimpan tanya, juga duka?
yang tersayang, seroja
waktu telah tiba bagiku
untuk kembali ke alamku
nan gelap, setidaknya
bagi beberapa mata
karena ternyata, mentari
masih lebih terang bagimu
dibanding rembulan
yang hanya cerminnya
dan bisa kauretakkan
maka seroja, masih yang tersayang …
wassalam …
[12]
bagi seroja
bagi seroja,
membatulah udara yang berembus
membekulah angin yang mengendus
karena dirimu
membatu dan membeku
bagi mentarimu
terlalu …
[13]
ha …?
muak benar?
merasa paling benar?
sadarlah seroja …
dunia tidak segampang
skenario manusia
walau telah berusaha pula
[14]
seroja ingkar janji
ah … seroja
beribu kau kata padaku
dirimu akan tetap tegak
meski kolammu tergelegak
dirimu masih berusaha bertombak
bilamana tiba selaksa katak
dirimu mau terus menolak
jika lumpur ingin menoda rusak
namun beribu waktu
aku mendapati
dirimu seroja, menenenggelamkan hati
demi harga diri
ah … seroja
bila aku mampu memijak angkasa
kuturunkan guyur hujan berbutir salju
nan dingin dan beku
agar tegak niatmu
biar jejak langkahmu
ah … seroja
ingkar janji kau kali ini
gerangan apa sebabnya?
[15]
tengah hari
terik sekali …
sekali-kalinya aku berkasut di luar
tampak seroja berayun di telaga
yang berbaur merah dan kuning jingga
ingin berkagum karenanya
namun tersadarkan, tengah hari kini
harus bergegas, sebelum senja tiba
malam pun gelap merenggut pula
—–
29 januari 2000
—–
[16]
dengan hormat
seroja mungilku …
dengan hormat,
bapa biyungku berujar
gerangan mengapa aku tak berakar
tak jadikan petik harap dirimu
mungkin tenggelam beraniku
atau hina rajam kalbu?
dan terurailah senyumku
hilang kata pula
karna tak harap ia kan fahamkannya
[17]
menjadi
tak mudah hati
kala hendak menjadi
manusia sejati
sekalinya melangkah
seringkali terlupa
niat sebenar
maka seroja
kembali dan kembalikan
padaNya
hingga tak hendak lagi
nafas menari
[18]
dongeng tengah malam
malam tiba
berarti masa telah ada
kujenak berakal mata
kerjap kupandang angkasa
selaksa dua bintang menyapa
di selanya ndaru bersua
hah …
tak lekang pandang padanya
wahai seroja
angan berbisik kata
andai dikau pun ada
temani impi hamba
hmm …
tak lepas dongeng berima
iring dendang hati dan dunia
hah …
andai dikau pun ada
wahai seroja
[19]
derak
patahlah dahanmu seroja!
itupun jika kau punyakannya
gugurlah daunmu seroja!
itupun jika kau milikinya
derak berderaklah rantingmu
atau terderak milikku …
[20]
dalam seroja
salam duhai serojaku
takkan tahu dirimu
akarmu menancap kalbu
dalam seroja
amat sangat dalam
[21]
hujan deras, banjir bahkan …
siang ini hari ini
hujan deras, banjir bahkan …
aku tak suka
aku hendak ia sirna
biar mentari tertawa
dan bisa aku berayun ria
di bawah angkasa
siang ini hari ini
hujan deras, banjir bahkan …
kau cintakannya
kau ingin ia selama
biar hati tetap teriba
dan kau bisa bercanda
dalam sendiri seroja
siang ini hari ini
hujan deras, banjir bahkan …
dan suka tak suka
yang artinya
dikau seroja
dan aku tentunya
takkan bisa ciptakan ia sirna
siang ini hari ini
hujan deras, banjir bahkan …
aku tak suka
sebab tak biasakannya
dan kau seroja?
karna terbiasa
kau mencintainya
siang ini hari ini
hujan deras, banjir bahkan …
dan aku tak ingin hanyut terbawa
sementara seroja, hilang entah kemana
siang ini hari ini
hujan deras, banjir bahkan …
[22]
tembang seroja
suatu masa di senja hari
di tepi telaga biru
di atas bukit sayu
terlantun tembang seroja
tentang duka, tentang derita
tentang suka, tentang bahagia
nyanyian hati luka
dari bunga seroja
suatu masa di senja hari
di tepi telaga biru
di atas bukit sayu
dan di seluruh losok dunia
akan selalu sama
seroja akan bernyanyi jua
untuk buang sepinya
[23]
bercermin
tak syak dan pelak
bagai bercermin tatkala
kucoba luluhkan besi kawanku
benar, bagai bercermin
saja layaknya
seperti ketika hatiku terdera
anganmu seroja
[24]
berkata
hendak berkata saja
serasa harus patah lidah ini
hendak bercerita pula
serasa hampa angan hati
tak mampu
jadi kelu
meski telah ribuan yang terurai
dalam fikir tak kunjung usai
tetap tak bisa aku berkata
karna di depanmu seroja
yang untukku berarti medusa
[25]
geram
mata kamu merah!
benar-benar memerah!
bilakah hatimu pecah,
atau sebab lain adakah?
tersemai kata indah pula dari bibir
menghiasi rindu cinta dan pintaku, getir
geram pula rupanya dikau serojaku
adalah kepadakukah wahai dewiku?
[26]
remang
gamang …
remang …
awang …
itukah sayang dari dirimu bagi hamba?
tak terkirakan oleh mata baik hati pula!
gamang …
remang …
awang …
huh! benar-benar seberat angan!
palsu pula ternyata, heran?!
gamang …
remang …
awang …
tapi tetap bagimu serojaku, ada sayang
setiap masa aku kembali pulang
[27]
kalbu
buai langkah bimbing gerah
buruknya hari yang kulalu
tak satu harga terdapat di dalamnya
tersia, untuk seroja dan tiada
dan bila tapak kembali terjejak
harapan akan ada guna menerang
dan pula, tetap ada belah hati
buaian jiwa …
seroja
[28]
puisi tiga jaman
selalu terlontar janji dari hati ini, seroja
akan terucap setia dari angan ini, seroja
terus terjaga sayang dari diri ini, seroja
tentunya bagimu, tanpa ragu
dalam kata, puisi serta lagu
tiga kali dalam hidupku
saat terik hari aku bersua denganmu
pertama kali waktu itu
ketika teduh hati kau lebihkan bahagiaku
dengan lahirkan anak-anakku
masa tenang matiku tiba jemputku pula
dan kau talqinkan aku
selalu terlontar janji dari hati ini, seroja
akan terucap setia dari angan ini, seroja
terus terjaga sayang dari diri ini, seroja
tiga kali dalam hidupku
tanpa ragu, tentunya bagimu
[29]
terima kasih
benar, walau sekian telah kau beri untukku
meski seberapa kau bagi denganku
takkan pernah aku berucap terima kasih bagimu
karna telah kuhabiskan padaNya
yang berikan dirimu padaku, seroja
yang bagikan hidupmu untukku, seroja
[30]
woo …
tak lekang dendam ini
selamanya
bila aku tak tersadarkan
oleh cinta darimu seroja
tak musnah geram hati
selamanya
saat aku tak bernaungkan
oleh rindu hatimu seroja
tak hilang luka diri
selamanya
jika aku tak tersentuhkan
oleh kasihmu wahai seroja
tapi bila dendam geram yang meluka itu
datang darimu dan olehmu serojaku
maka kubunuh diriku dengan segala daya
karna seroja, aku tak hendak
itu terjadi pada dirimu
[31]
adalah
adalah seroja
pilar aku berpijak
dinding aku bersandar
atap aku berteduh
rumah aku berpulang
adalah seroja
untuknya segala kurasa
semua kutapak jua
dan adalah kesalahan ternyata
saat seroja tiada
tanpa daya
hancurlah diri, juga asa
[32]
intuisi
tajam, merajam
dan seroja terpejam
hendak berkata kejam
dan hanya diam
untuk beribu jam
aku tetap tak faham
aku tetap tak selam
apa maksud seroja
apa hendak seroja
apa ingin seroja
apa mau seroja
apa harap seroja
sekejap intuisi, sang sahabat hati berkata
hanya pergimu ia pinta
dan sekarang juga!
[33]
labuh berakhir
bertahun aku berlayar
telah sekian samudra terjelajah
dan selaksa pelabuhan aku singgah
pernah, dan tidak sekali, aku terbenam
pernah, dan lebih lagi, badai terselam
pernah, dan siksa hati, ombak tenggelamkan
bertahun aku berlayar
dan rasanya saat tersadar
tiba saat aku berhenti untuk tegar
labuh berakhir, layar terakhir
di sanjungmu seroja
di pelukmu seroja
di sayangmu seroja
seroja cintaku
seroja sayangku
dan maka labuh berakhir
di sisi masa berpijak di dunia
di awal daya tinggalkan fana