nafas abadi

dalam keabadian
ada satu nafas yang atasnya tidak akan tuntas

nafas itu adalah rasa duka
atas hilangnya peluang berbaik untuk sesama

nafas itu adalah rasa kecewa
untuk pupusnya kesempatan merengkuh cinta

nafas itu adalah rasa prasangka
ketika khawatirnya akan musnahnya bahagia

nafas itu adalah aku, dan detakku
dalam percayamu serta sukamu

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar

cinta adalah

adalah rasa percaya

keinginan untuk menjaga
hasrat untuk melindungi
panggilan untuk mengabdi
tujuan untuk berjanji
jalan untuk mengarungi

atau adalah cinta
syukuri saja, selama ia benar adanya

Comments (1)

ketetapan

memang, tidak tetap sang ketetapan
ia berlompat satu dan hingga lain sisi
terbuai jera dan rasa cemas tercela

benar, tidak pasti sang ketetapan
ia terombang-ambing yang tidak nyata
terdera curiga dan berburuk sangka

namun ternyata, ketetapan adalah pilihan
karena kita memilihnya, maka ia tetap adanya

dan aku berketetapan, akan menetapkan ketetapan
bahwa aku akan tetap berketetapan
sebagaimana sudah dan sebelumnya

Tinggalkan sebuah Komentar

sungguh

sungguh

aku bersyukur atas nafas yang aku jalani
aku bersyukur untuk detak yang aku miliki
aku bersyukur bagi akal yang aku maknai
aku bersyukur demi masa yang aku dapati
aku bersyukur karena cinta yang aku selami
aku bersyukur sebab hidup yang aku iringi

sungguh, aku bersyukur
bagimu pencipta diriku dan semestaku

Tinggalkan sebuah Komentar

lagi, memulai lagi…

lagi, aku memulai menulis lagi

lama tidak menjadikan akal sebagai anugerahku,

maka telah tiba kembali masa itu…

Tinggalkan sebuah Komentar

« Newer Posts